Sekilas BPBD Kab. Sitaro

mobil

LATAR BELAKANG

Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau yang sering disingkat dengan SITARO merupakan salah satu kabupaten yang berada di bagian utara Provinsi Sulawesi Utara. Secara total, kabupaten ini memiliki 47 pulau, yang terdiri dari 3 (tiga) pulau besar serta 12 pulau yang sudah berpenghuni, sedangkan sisa pulau lainnya tidak berpenghuni. Ada 5 (lima) gunung yang tersebar di Pulau Siau dan Pulau Tagulandang, akan tetapi 2 (dua) dari gunung-gunung tersebut sangat aktif dan kerap meletus yaitu Gunung Karangetang (di Pulau Siau) dan Gunung Ruang (di Pulau Ruang, kecamatan Tagulandang) yang mengakibatkan penduduk dari beberapa desa yang terletak disekitar gunung harus mengungsi dan menderita kerugian jiwa maupun materil yang tidak sedikit. Kondisi geografis yang berbentuk pulau-pulau yang relatif kecil dapat memperlambat proses evakuasi penduduk karena sangat bergantung kepada transportasi lewat lautan. Selain berbahaya saat meletus, pada kondisi normal pun Gunung Karangetang senantiasa mengeluarkan material berupa pasir dan batuan yang memenuhi sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung. Endapan material ini menyimpan potensi bahaya berupa banjir lahar dingin yang bisa menimpa pemukiman yang berada di daerah hilir dari sungai-sungai tersebut.

Disamping bahaya letusan gunung berapi, kondisi alami pulau-pulau ini selain terdiri dari wilayah pantai juga terdapat perbukitan yang sangat rawan terhadap terjadinya bencana longsor dan banjir. Juga gempa bumi juga karena aktivitas gunung berapi dan pergerakan lempeng Laut Maluku dan Halmahera yang menghujam ke arah barat di bawah busur Minahasa-Sangihe, dan dengan demikian juga rawan terhadap bencana tsunami khususnya untuk kawasan ditepi pantai akibat gempa/pergeseran lempeng yang berpusat di laut.

Dengan berbagai potensi bencana yang ada, pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro perlu meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana agar risiko dampak yang mungkin terjadi dapat dikurangi. UU No. 14/2007 tentang Penanggulangan Bencana mengamanatan agar semua pemerintah daerah menyusun Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), termasuk Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro. Hal ini juga diatur dalam PP No. 21 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. RPB tingkat Provinsi Sulawesi Utara telah selesai disusun untuk tahun 2012 – 2016 yang sekaligus menjadi pedoman dalam pelaksanaan praktik-praktik penanggulangan bencana di tingkat provinsi. RPB tingkat Kabupaten Kepulauan Sitaro akan disusun serta di integrasikan dalam perencanaan masing-masing instansi dan lembaga yg terkait kegiatan penanggulangan bencana sesuai dengan peran dan kewenangan masing-masing.

Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana. UU No 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana menyebutkan bahwa implementasi penanggulangan bencana adalah sebuah rangkaian kegiatan yang mencakup pengembangan kebijakan dalam bidang risiko bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat dan rehabilitasi. Ada 4 (empat) tahap implementasi:

  1. Pra Bencana: Keadaan normal (tidak ada bencana) [Pencegahan dan Mitigasi]
  2. Pra Bencana: Ada terdapat potensi Bencana [Kesiap siagaan]
  3. Tanggap Darurat: Pada saat terjadi bencana [Tanggap Darurat]
  4. Paska Bencana: Sesudah terjadi bencana [Pemulihan]

VISI

Mewujudkan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro tangguh dalam menghadapi bencana guna keamanan dan kesejahteraan rakyat.

MISI

  1. Melindungi masyarakat kabupaten kepulauan siau tagulandang biaro dari ancaman bencana melalui pengurangan risiko
  2. Membangun sistem penanggulangan bencana yang handal dengan memperkuat APBD
  3. Menyelenggarakan kegiatan pencegahan/ kesiapsiagaan bencana, tanggap darurat dan rehabilitasi dan rekonstruksi.
  4.  Menyelenggarakan penanggulangan bencana serta terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh.